• Mari Jadi Orang Tua Asuh

    Mereka mempunyai Harapan yang sama mari Bantu Agar Mereka Tidak Putus sekolah .

  • Sedekah Makin Mudah

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • Berbagi qurban tepat sasaran

    Agar Mereka Tetap Sekolah.

  • Mari Buat Mereka Tersenyum

    organisasi sosial yang bertujuan membantu Anak anak yatim/piatu agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.Terutama hal pendidikan Kami hadir untuk menjadi jembatan kasih sayang antara Anda dan saudara Saudara kita yg terhimpit kekurangan dan keterbatasan,membuat mereka tidak putus sekolah.sedikit dari kita sanggat berati untuk mereka.

HATTAA ZURTUMUL MAQAABIR



Senja mulai berkemas perlahan meninggalkan hamparan bumi menyambut datangnya malam.Bayang-bayang telah jauh meninggalkan panjang bendanya. Para pekerja pulang menikmati tradisi macet di kota ini. Lelah yang menggelayuti tubuh sutrisno, setelah seharian bekerja, semakin bertambah eloh sentilan-sentilan klakson yang mengenai hatinya.Ditambah lagi banyaknya kendaraan umum yang berhenti di sembarang tempat semaunya. Untunglah ada Hadiansyah, tetangga dan rekan kerja yang selalu ikut membonceng di belakang sepeda motornya. Obrolan mereka di jalan sedikit mencairkan emosi di hati. Inilah keseharain sutrisno mencari nafkah untuk keluarga tercinta, enam hari dalam seminggu.
Selepas adzan maghrib,barulah ia sampai di rumah. Biasanya ia langsung menghidupkan televisi dan merebahkan tubuh lelahnya di depan televisi. Atau bila tidak, ia duduk di beranda rumahnya sambil menikmati gumpalan2 asap rokok yang ia hisap, kemudian ia keluarkan bersama lelahnya dalam dada.“Ndak shalat magrib dahulu Pak …! Ya … mulailah dari magrib Pak, kalau dzuhur atau ashar tidak sempat,” tegur Sulastri, istri tercintanya.Shalat itu ndak lama toh Pak, ndak sampai lima menit. Wong iklan di televisi saja bisa sampai lima menit, masih saja Bapak perhatikan. Anehnya, iklan itu kan selalu diulang-ulang, yo itu, itu saja.” Sering kali kata-kata itu dilontarkan Sulastri.
Berbagai macam alasan pastilah keluar dari mulut sutrisno. Masih capeklah, lelah sekali, keringat di badan belum hilang, sedang malas, nanti sajalah kalau sudah tua, dan banyak lagi alasan yang menurutnya tepat untuk menghindar dari kewajiban yang satu itu. Segan selalu membalut hatinya. 


Ia bukanlah seorang pemalas. Ia rela bekerja mencari nafkah untuk anak dan istrinya berjam-jam dalam sehari. Kegiatan di lingkungan pun selalu ia ikuti, bahkan hari libur, ada saja yang ia kerjakan. Entah mengapa untuk shalat yang waktunya tidak lebih dari lima menit, ia begitu malas. Ia tahu bahwa shalat lima waktu adalah ibadah wajib. Ia tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Ia juga yakin bahwa kematian pasti datang dan kelak akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Tuhan. Ternyata semua itu dapat dikalahkan oleh rasa malas dan segan dalam hatinya.

Istrinya pernah memberikan satu gambaran perjalanan hidup manusia. Sembilan bulan dalam kandungan ibu, masa yang tidak pernah kita ingat. Kemudian terlahir ke dunia. Ada suka, ada duka, ada senang ada sedih─silih berganti. Manusia di dunia ini tidaklah abadi, paling lama enam puluh atau tujuh puluh tahun. Lalu meninggal, dimandikan,dikafankan,dishalatkan, digotong kita dengan keranda dan dikuburkan.  Masuk alam kubur. Jika baik dan menjalankan perintah Allah maka hari-harinya di alam kubur akan bahagia. Jika buruk dan tidak menjalankan perintah Allah maka sengsaralah hari-harinya di alam kubur. Berapa lama kesengsaraan itu? Entahlah, hanya Allah Yang Maha Tahu. Dapat saja seribu tahun, dua ribu tahun atau jutaan tahun, sampai datang hari kiamat. Ini baru di alam kubur, belum lagi di alam akhirat yang kekal dan abadi. Dengan kehati-hatain istrinya menjelaskan gambaran kehidupan agar tidak menyinggung perasaannya.
“Ah, kamu Las, nakut-nakutin aku saja. Nanti juga aku shalat,” jawab Sutrisno dengan suara agak berat.
“Aku bukan nakut-nakutin lho Pak. Shalat itu penting. Kalau tidak mampu berdiri mengerjakannya, ya … duduk, kalau tidak mampu duduk, ya …berbaring atau terlentang. Malah perang sedang berkecamuk membela agama saja shalat masih tetap diwajibkan. Apalagi kita yang dalam keadaan damai dan tenang, mengapa tidak mengerjakan shalat?

Setelah mendengar penjelasan itu, ia mengerjakan shalat. Ia datang ke masjid dan menjalankan shalat berjamaah. Selesai shalat, ia merenung, mengapa shalat sangat diharuskan bagi umat Islam. Dari mulai wudhu sampai selesai shalat, ternyata banyak pelajaran yang dapat diambil dari ibadah yang bernama shalat, pikirnya. Terdapat di dalamnya kebersihan, ketertiban, gerak anggota tubuh, kekhusu’an hati dan konsentrasi, kepatuhan pada pemimpin, kekompakan, kebersihan, keindahan, dan dzkir yang lengkap mulai takbir, tahmid, tasbih, tahlil, syahadat, shalawat kepada Nabi Muhammmad saw., membaca ayat Al-Qur’an, doa dan banyak lagi. Begitu sadarnya ia akan kebaikan dan keuntungan shalat. Tetapi sayang,  hanya beberapa hari saja ia mengerjakan shalat, selanjutnya malas kembali membekap hatinya.
Gerakan shalat begitu ringan, tidak memberatkan, waktunya pun tidak lama, berbeda dengan ibadah-ibadah lain, seperti puasa yang harus tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari, zakat yang perlu pengorbanan harta atau haji yang memerlukan ongkos dan tenaga yang cukup berat. Shalat tidak perlu pengorbanan seperti itu, yang dibutuhkan hanya khusu’ gerak dan hati pada waktu yang kurang dari lima menit. Istrinya tidak pernah putus asa menasihati agar ia selalu mengerjakan shalat, menjalankan perintah Allah. Menurutnya aneh, mengapa suaminya sering membuat-buat alasan untuk tidak mengerjakan shalat lima waktu yang waktunya hanya sebentar saja. Bahkan suaminya lebih mementingkan ngobrol ngalor-ngidur dengan rekan-rekannya. Suara adzan yang ia dengar tidak sedikitpun menyentuh hatinya untuk memenuhi panggilan Tuhan itu.


Jamaah shalat Isya baru saja turun dari masjid. Kali ini sutrisno pulang bekerja agak terlambat. Belum sampai halaman rumahnya, tiba-tiba terdengar berita duka dari pengeras suara  masjid. normal Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.itu diulang tiga kali. Entah mengapa ada keinginan kuat untuk memberhentikan sepeda motornya sejenak dan menyimak berita duka itu. “Telah meninggal dunia, Hadiansyah bin Muhammad Sukri, dalam usia empat puluh satu tahun, pada pukul delapan belas lebih lima menit …


Betapa terkejutnya Sutrisno mendengar berita duka itu. Seketika jantungnya berdebar keras dan tubuhnya ia rasakan menggigil. Ia segera memutar balik sepeda motornya, menuju rumah rekannya itu. Di perjalanan ia bergumam sendiri, “Bukankah Hadi tadi pulang bersama saya. Membonceng di belakang saya. Oh Tuhan, betapa umur tidak ada yang tahu. Bagaimana dengan anak dan istrinya? Hadi … Hadi ….” Ia terus bergumam, “kamu beruntung hadi, rajin menjalankan shalat. Betul kata istriku, ‘Jangan meninggalkan shalat! Jangan meninggalkan shalat! Umur tidak ada yang tahu. Berapa tahun di alam kubur? Berapa tahun di alam akhirat?’ Ya Allah, aku ingin bertaubat. Aku takut.” Ia terus saja bergumam. Air matanya mulai mengalir membasahi pipi. Tetapi ia rasakan ada sesuatu yang lain, air mata itu tidak lagi hangat di kulit pipinya. Ia seperti terbang dan melayang.


Ia saksikan jasad kaku tertutup kain terbaring di atas dipan. Ia menangis sejadi-jadinya. Lagi-lagi ia rasakan ada yang lain. Tangisnya seperti tidak terdengar. Orang-orang di samping kiri dan kanannya seakan tidak peduli padanya. Anak dan istri Hadiansyah juga tidak peduli. Ia panjatkan doa untuk rekannya itu. Kemudian ia duduk bersama pelayat lain. Ia pejamkan mata merenungi hidup. Ia dengar samar-samar namanya disebut. “Oh Tuhan sungguh celakanya aku. Apakah mereka menuduhku sebagai penyebab kematian Hadiansyah sehingga mereka tidak pedulikan aku pikirnya dalam hati.


Ia saksikan beberapa orang pelayat berbincang-bincang sambil tertawa. Ada rasa kesal melihat mereka berbincang asyik dan tertawa.         Mereka menertawakan  lelucon-lelucon kehidupan. Mereka tertawa di tempat orang berduka. Perbuatan tidak etis; perbuatan yang sebenarnya dahulu sering ia lakukan. Penyesalan. “Ya Allah,” jeritnya dalam hati, “Sungguh aku tidak pernah menjadikan kematian itu sebagai peringatan. Sungguh aku tidak merasa kematian  begitu dekat,  sehingga aku berpikir nanti, nanti dan nanti untuk bertaubat kepadaMu, Ya Allah aku mohon ampunilah aku.” Kembali cairan jernih keluar dari sudut matanya. Lagi-lagi ia rasakan cairan jernih itu tidak menghangatkan kulit mukanya. Lagi-lagi suara tangisnya seperti tidak terdengar. Tidak ada yang peduli padanya di sini.
Ia segera pulang ke rumah. Bayang-bayang kematian begitu dekat di hatinya. Sepanjang perjalanan tidak ada yang menyapanya. Bahkan menoleh padanya, sekalipun mereka teman akrab. Hatinya semakin gundah. “Apa yang salah dari semua ini,” bisik hatinya.


“Ah, banyak orang di rumahku. Dan …, bendera kuning …? Istriku …?  Oh Tuhan, mungkinkah istriku? Bagaimana aku?” Sutrisno terpaku sejenak.
Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke rumahnya. Jasad kaku tertutup kain terbujur di atas dipan. Ia hampiri jasad itu. Ia berusaha memeluk jasad kaku itu, namun ia tak kuasa. Kembali ia menangis, menangis sejadi-jadinya. Tiada air mata yang keluar. Air mata itu telah kering, kering bersama hati yang selalu gersang. Ia berteriak sekeras-kerasnya, namun teriakan keras itu tidak terdengar. Lagi-lagi orang-orang di sekitarnya tidak peduli.
Ia pejamkan mata. Ia sebut nama Tuhan berkali-kali. Lama ia pejamkan mata.


Beberapa saat kemudian ia membuka mata perlahan. Ternyata, Istri tercintanya berada di hadapannya, menangisi jasad yang juga ia tangisi. Air mata istrinya mengalir penuh kepiluan.
 “Oh, Tuhan …,” Sutrisno begitu terperanjat, “jasad siapakah ini?” tanyanya dalam hati.


Dingin tiba-tiba menyergap, menembus kepiluan hatinya dan  menyayat-nyayat tiada terampuni.  “Apakah ini aku …? Ya Allah …, adakah pintu taubatMu setelah ini? Selama ini aku hanya berpikir, bagaimana kalau istriku meninggal, bagaimana kalau bapakku meninggal? Aku tidak pernah berpikir bagaimana kalau aku yang meninggalkan dunia ini? Persiapan apa yang aku miliki menuju perjalanan yang panjang ini?” Lagi-lagi ia menangis, tetap tidak ada suara tangis terdengar dan tidak ada air mata yang keluar, bahkan tidak akan pernah ada.  Yang ada adalah gambaran pintu kubur di depan mata, yang ada adalah gambaran malaikat Munkar dan Nakir yang siap menghampiri dengan petanyaan-pertanyaan dan yang ada hanyalah penyesalan yang tiada berguna.
Terdengar sayup-sayup dari pengeras suara  masjid. Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.normal istirja itu diulang tiga kali berturut-turut. “Telah meninggal Dunia, Sutrisno bin Suhendar, dalam usia empat puluh tahun, pada pukul  sembilan belas lebih tiga menit …
Tidak ada gunanya sesal tangis dan air mata setelah ini.




Hattaa Zurtumul Maqaabir(Sampai kamu masuk ke dalam kubur): surat At-Takaatsur, ayat 2. Ayat 1: Alhaakumut takaatsur(Bermegah-megahan telah melalaikan kamu).










Oleh: Ubaidillah Rais
Aktif di Yayasan. At-Tarbiyah Pinti Air
Share:

Artikel

Artikel 5
Share:

IKLAN

Kami Mufidahshop menjual kaos polos,polo & Raglan & terima sablon kaos , jasa pembuatan kaos ( bahan katun kardet & combed ) silakan Hubungi kami tlp.0812 856 9266 / WA 085719286222

silakan klik link dibawah ini
Mufidahshop
Arifatunisa
Mymufidahshop
Facebook



Mau Makan Diantar .. ? silakan tlp layanan pesan antar atau delivery order Kami RUMAH MAKAN SINAR SURYA
terima pesanan Nasi Box · Catering masakan Padang siap antar sampe tujuan
silakan Hubungi kami di tlp.0813 1809 5259
atau Anda ingin datang langsung alamat kami :
jl.Puri kembangan kedoya sasak No.26A kedoya Selatan Jakarta barat

ket : Bagi Anda yang ingin usaha Anda Diiklankan oleh pihak yayasan / masuk Web Yayasan Attarbiyah Pintuair silakan hubungi kami.
#ciptakeiklasanberbuahdiduniadanakherat
Share:

SEJARAH ISLAM

sejarah ,,,
Share:

BIR PLETOK Kedoya selatan

pada tahun 2010 wilayah Kelurahan Kedoya Selatan dinobatkan sebagai produsen Bir Pletok unggulan wilayah Jakarta Barat,Orang Betawi memang punya Gaye minuman khas, yakni bir pletok, halal karena sama sekali tidak mengandung alkohol.Berbeda dengan bir pada umumnya yang memabukkan, bir yang satu ini justru sangat menyegarkan. Sebagai pelepas dahaga, minuman khas Betawi ini enak diseruput kala hangat, namun sedap pula diminum dingin beserta es batu.

Konon, nama bir pletok muncul dari kaum Betawi gedongan yang kerap bergaul dengan orang Belanda. Mereka melihat, ketika minuman berbahan dasar jahe ini dikocok dan dituang ke dalam gelas, muncul busa di bagian atasnya, persis seperti bir yang sering diminum orang-orang Belanda. Bisa jadi, dari sinilah nama bir itu muncul.
resep Bir Pletok bahan-bahan yang diperlukan bisa ditemui di pasaran, seperti Jahe, cengkeh, kayu manis, buah pala, kembang peka, cabe Jawa, daun sereh, daun pandan, daun Jeruk purut, lada hitam, dan ka-pulaga. Iris rempah-rempah, masukkan ke dalam panci berisi air, rebus Semua bahan direbus hingga mengeluarkan wangi kecuali kayu secang yang berfungsi untuk pewarna dan gula pasir untuk pemanis, dimasukkan belakangan. Tutur Rismi Madja atau yang dikenal dengan sebutan Ibu Madja yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dalam mengembangkan Bir Pletok, minuman tradisional berkhasiat asli Jakarta.

Sementara Itu untuk yang produk instan. Jahe diparut. kemudian diperas dan diambil airnya yang kemudian direbus bersama 12 macam rempah lainnya, digodok di atas wajan sampai kering airnya hingga menyisakan serbuk, karena prosesnya agar rumit, harga produk yang instan lebih tinggi dibandingkan yang cair biasa.
Harga produk  bervariasi tergantung besar  kemasan dan Jenisnya, misal Bir Pletok cair ukuran botol 330 ml dijual seharga Rp 6.000. ukuran botol 650 ml Rp 15.000. Sedangkan yang serbuk yang dikemas dalam toples. Untuk yang rasa creamer, dijual seharga Rp 20.000 sedangkan yang original Rp 15.000.

produk Ibu Madja sudah mendapat kan izin DISKES dengan No.21337402273

alamat mengembangkan Bir Pletok Ibu Rismi Alifah Madja
Jl.Adhikarya ( pasar kemis )Rt 007 / 05 Kedoya selatan
No.Tlp 021.5809205

Share:

Majelis Ta'lim Kedoya selatan

Ukhuwah Islamiah 
Jl.Kedoya Duri Rt.06 / 01
Dipimpin Oleh Ustd Asnawi


Al-Furqon
Jl.palapa 6.Rt 0012 / 01 
Dipimpin Oleh ustdjh Aminah


Al-Barokah
Jl.palapa 7.Rt 0015 / 01 
Dipimpin Oleh ustd Sayuti

Al-Hikmah 
Jl.Adhikarya 1 Rt.04 / 02
Dipimpin Oleh ustdjh Hj.Sulaimah


Al-Ikhlas
Jl.Kedoya Raya Rt 009 / 02
Dipimpin Oleh ustd Habib A.ramzi Al-hadad


Miftahul Jannah 
Jl.Pilar baru Rt.05 / 03 
Dipimpin Oleh ustd Nasuha ,B.A
 
Al-Hidayah 
Jl.Kedoya Pilar Rt.004 / 03
Dipimpin Oleh ustdjh Sri Haryani

Al-amin
Jl.Bendungan Rt.01 / 05 
Dipimpin Oleh ustd H.Namin Saifulloh

Ar-Roisiyyah 
Jl.Adhi karya Rt.05 /05
Dipimpin Oleh ustd Ubaidillah

Nurul Iman
Jl.Adhikarya Rt.007 / 05
Dipimpin Oleh ustd Hambali

Assamawat
Jl.Kedoya Sasak Rt.11 / 05
Dipimpin Oleh ustd Sa'adih Al-Batawi

 Nurul Iman 2
Jl.Adhikarya Rt.012 / 05
Dipimpin Oleh ustd Nasrullah



Share:

Nama RW dan RT di Kedoya Selatan


DAFTAR NAMA NAMA PENGURUS RUKUN TETANGGA
DI LINGKUNGAN KELURAHAN KEDOYA SELATAN
KECAMATAN KEBON JERUK KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT
MASA BAKTI 2011 s/d 2014

 
NO
NAMA
JABATAN
1
Jaenal Abidin
Ketua RT.001 RW.01

Sudarno
Sekretaris RT.001 RW.01

Dadang Sardono
Bendahara RT.001 RW.01



2
H.Yuswar
Ketua RT.002 RW.01

Potivor Wensyah
Sekretaris RT.002 RW.01

Yulinda Rahmi
Bendahara RT.002 RW.01



3
H.Jasir.SH,MH
Ketua RT.003 RW.01

Yondrizal,S.Pd
Sekretaris RT.003 RW.01

Hj.Afnida Asril,SE.MM
Bendahara RT.003 RW.01



4
Drs.H.Asrul Amir
Ketua RT.004 RW.01

Furqon Muttaqin
Sekretaris RT.004 RW.01

Purwoko
Bendahara RT.004 RW.01



5
Amit
Ketua RT.005 RW.01

Museni
Sekretaris RT.005 RW.01

Sofyan Hanafi
Bendahara RT.005 RW.01



6
Matalih
Ketua RT.006 RW.01

Masurih
Sekretaris RT.006 RW.01

Ibin
Bendahara RT.006 RW.01



7
Rojali
Ketua RT.007 RW.01

Rojih
Sekretaris RT.007.RW.01

Ikwan Setiono
Bendahara RT.007.RW.01



8
M.Ramli
Ketua RT.008 RW.01

H.Rahamat
Sekretaris RT.008.RW.01

Radiah Dalih
Bendahara RT.008.RW.01



9
H.Muhadi
Ketua RT.009 RW.01

M.Natsir
Sekretaris RT.009.RW.01

Zaenal
Bendahara RT.009.RW.01



10
Ronaldus Gunawan
Ketua RT.010 RW.01

L.Hendrik Tantriadi
Sekretaris RT.010.RW.01

Erwin Darmadi
Bendahara RT.001.RW.01



11
Sukamto Tantriadi
Ketua RT.011 RW.01

Herman
Sekretaris RT.011.RW.01

Robin saputra
Bendahara RT.011.RW.01



12
Asuri.H.M
Ketua RT.012 RW.01

Jayadi
Sekretaris RT.012.RW.01

Ade Sudrajad
Bendahara RT.012.RW.01



13
H.Sopah
Ketua RT.013 RW.01

Rohmawati
Sekretaris RT.013.RW.01

Ubaidilah .SH
Bendahara RT.013.RW.01



14
H.Zaelani
Ketua RT.014 RW.01

Triyadi.S
Sekretaris RT.014.RW.01

Neneng fauziah
Bendahara RT.014.RW.01



15
Yaman
Ketua RT.015 RW.01

Sayuti
Sekretaris RT.015.RW.01

Nunung Nurwati
Bendahara RT.015.RW.01



16
Madalih
Ketua RT.016 RW.01

Agus Muhamad
Sekretaris RT.016.RW.01

Latifah Masruro
Bendahara RT.016.RW.01



17
Bambang D.Prasetyono
Ketua RT.017 RW.01

Ardi jahja
Sekretaris RT.017.RW.01

Setiono Taher
Bendahara RT.017.RW.01



18
Mamad
Ketua RT.018 RW.01

Riadi
Sekretaris RT.018.RW.01

Mulyadi
Bendahara RT.018.RW.01



19
Ngadiono
Ketua RT.01 RW.02

Sarkim
Sekretaris RT.01.RW.02

Muh.fathoni
Bendahara RT.01.RW.02



20
Supama Triyana
Ketua RT.02 RW.02

Iwan Matoni
Sekretaris RT.02.RW.02

Bambang Sumantri
Bendahara RT.02.RW.02



21
Makmun Irwansyah
Ketua RT.03 RW.02

Jajang
Sekretaris RT.03.RW.02

Aris
Bendahara RT.03.RW.02



22
Drs.Ahmad Chudori
Ketua RT.04 RW.02

Tuhad
Sekretaris RT.04.RW.02

Maulana
Bendahara RT.04.RW.02



23
Sayuti
Ketua RT.05 RW.02

Muhadi.Spd
Sekretaris RT.05.RW.02

Marwah
Bendahara RT.05.RW.02



24
Iyan Surana
Ketua RT.06 RW.02

Aaadah
Sekretaris RT.06.RW.02

Arief.S
Bendahara RT.06.RW.02



25
Agus sundoko
Ketua RT.07 RW.02

Sandrawati
Sekretaris RT.07.RW.02

Yelmi Irianto
Bendahara RT.07.RW.02



26
Sabeih
Ketua RT.08 RW.02

Nasrullah
Sekretaris RT.08.RW.02

Satinah
Bendahara RT.08.RW.02



27
Hamdani
Ketua RT.09 RW.02

Rudy Handiwidjaya
Sekretaris RT.09.RW.02

Intanhardi wijaya
Bendahara RT.09.RW.02



28
Suherman
Ketua RT.010 RW.02

Saripudin
Sekretaris RT.010.RW.02

Matsani
Bendahara RT.010.RW.02



29
Rois
Ketua RT.011 RW.02

Aliman
Sekretaris RT.011.RW.02

Juii
Bendahara RT.011.RW.02



30
Suhandi S.pd
Ketua RT.012 RW.02

M.sidik
Sekretaris RT.012.RW.02

Drs.Ahmad sukmana
Bendahara RT.012.RW.02



31
Madali
Ketua RT.001 RW.03

Nur Rusli Ramli
Sekretaris RT.001.RW.03

M.Yanih
Bendahara RT.001.RW.03



32
M.Lanih
Ketua RT.002 RW.03

Mulyadi
Sekretaris RT.002.RW.03

Rita Setiawati
Bendahara RT.002.RW.03



33
Dudung
Ketua RT.003 RW.03

Moh.Darwin
Sekretaris RT.003.RW.03

Gumiyati
Bendahara RT.003.RW.03



34
Jayadih
Ketua RT.004 RW.03

Anwar Ilham
Sekretaris RT.004.RW.03

M.Rosidun
Bendahara RT.004.RW.03



35
Masuri
Ketua RT.005 RW.03

Abdurrahman
Sekretaris RT.005.RW.03

Abdul Rojim
Bendahara RT.005.RW.03



36
H.Sadeli
Ketua RT.006 RW.03

Nurhasan
Sekretaris RT.006.RW.03

Safri
Bendahara RT.006.RW.03



37
Abdul azis
Ketua RT.007 RW.03

Mardani
Sekretaris RT.007.RW.03

H.Amid
Bendahara RT.007.RW.03



38
Sapiih
Ketua RT.008 RW.03

M.Nasir
Sekretaris RT.008.RW.03

Maisaroh
Bendahara RT.008.RW.03



39
Samsuri
Ketua RT.001 RW.04

Syarifudin
Sekretaris RT.001.RW.04

Dadan Mulyadi
Bendahara RT.001.RW.04



40
S.Yan Biyantoro
Ketua RT.002 RW.04

Roni wahyu perdana
Sekretaris RT.002.RW.04

Lie Heru Sanjaya
Bendahara RT.002.RW.04



41
Djoko Hartono
Ketua RT.003 RW.04

Drs.Hariadi Widarta
Sekretaris RT.003.RW.04

Suseno setadi
Bendahara RT.003.RW.04



42
Suhaili
Ketua RT.004 RW.04

M.Jamal Hadi
Sekretaris RT.004.RW.04

Ir.Sunaryo Tjandra.G
Bendahara RT.004.RW.04



43
Drs.Anexsander Gunawan
Ketua RT.005 RW.04

Oey Swie Tjoan Benny
Sekretaris RT.005.RW.04

Ir.Inu K.Sumardi
Bendahara RT.005.RW.04



44
Eddy sjamsury Sidik
Ketua RT.006 RW.04

Ester Indrajani Suwito.S
Sekretaris RT.006.RW.04

Lucia Suwarsih Budianto
Bendahara RT.006.RW.04



45
Linna Yawoga
Ketua RT.007 RW.04

Tommy Gunawan Hardjana
Sekretaris RT.007.RW.04

Soan Patricia Tamaka
Bendahara RT.007.RW.04



46
Martinus Surja darmadi
Ketua RT.008 RW.04

Y.Andi Karim
Sekretaris RT.008.RW.04

Reiko Dewanyani Abimanyu
Bendahara RT.008.RW.04



47
Nurdin.S
Ketua RT.009 RW.04

Mardani
Sekretaris RT.009.RW.04

Agung Sri wahono
Bendahara RT.009.RW.04



48
Fiena Angriawan
Ketua RT.010 RW.04

Y.Vonne Cicilia Iwanti.S
Sekretaris RT.010.RW.04

Frits Irawan
Bendahara RT.010.RW.04



49
Ir.Henry Daryanto
Ketua RT.011 RW.04

Jan permadi
Sekretaris RT.011.RW.04

F.A Budi Tanu Widjaja
Bendahara RT.011.RW.04



50
Firman Sagiarta . SE
Ketua RT.012 RW.04

Mira kusmanto
Sekretaris RT.012.RW.04

Rahmat Supratman,SH.MH
Bendahara RT.012.RW.04



51
Drs.WH.Sambalao.MBA
Ketua RT.013 RW.04

Dra.Elisabeth.S
Sekretaris RT.013.RW.04

Santi Dewi Setiadi
Bendahara RT.013.RW.04



52
Aris Suryatha
Ketua RT.014 RW.04

Drs.Ernest Koesoemahadi
Sekretaris RT.014.RW.04

Jujun Erlina Hidajat
Bendahara RT.014.RW.04



53
Ir.Ignatius Rustandjaya
Ketua RT.015 RW.04

Gunawan Susanto
Sekretaris RT.015.RW.04

Mila Hendrawaty
Bendahara RT.015.RW.04



54
Dr.Benny Liuwantara
Ketua RT.016 RW.04

Ir.Sujadmoko
Sekretaris RT.016.RW.04

Setianinggsih
Bendahara RT.016.RW.04



55
Drs. Yustinus Firmanto
Ketua RT.017 RW.04

Gunawan Gojali
Sekretaris RT.017.RW.04

Wong lucia
Bendahara RT.017.RW.04



56
Drs.Jogiarto Maslim
Ketua RT.018 RW.04

Mariani
Sekretaris RT.018.RW.04

Supiana
Bendahara RT.018.RW.04



57
Agus
Ketua RT.019 RW.04

Abdul Raup
Sekretaris RT.019.RW.04

Supiyana
Bendahara RT.019.RW.04



58
M.Mulud
Ketua RT.001 RW.05

Subur
Sekretaris RT.001.RW.05

Suhandi
Bendahara RT.001.RW.05



59
Tabrani
Ketua RT.002 RW.05

Lukman
Sekretaris RT.002.RW.05

Ade Rusman
Bendahara RT.002.RW.05



60
Darsan
Ketua RT.003 RW.05

Adi Purwanto
Sekretaris RT.003.RW.05

Katimin
Bendahara RT.003.RW.05



61
Suherman
Ketua RT.004 RW.05

Hengki Irawan
Sekretaris RT.004.RW.05

Mulyadi
Bendahara RT.004.RW.05



62
Rohali
Ketua RT.005 RW.05

Supian
Sekretaris RT.005.RW.05

Masiri
Bendahara RT.005.RW.05



63
Sutopo
Ketua RT.006 RW.05

Djumadi
Sekretaris RT.006.RW.05

H.achwani
Bendahara RT.005.RW.05



64
Djulianto
Ketua RT.007 RW.05

Rismi Alifah
Sekretaris RT.007.RW.05

Suparyo
Bendahara RT.007.RW.05



65
Suparjio
Ketua RT.008 RW.05

Muhamad Lukman
Sekretaris RT.008.RW.05

Nurcholis
Bendahara RT.008.RW.05



66
Sukedris
Ketua RT.009 RW.05

Mujiono
Sekretaris RT.009.RW.05

Ngadimin
Bendahara RT.009.RW.05



67
Yatimin
Ketua RT.010 RW.05

H.Djumono
Sekretaris RT.010.RW.05

Muri Sudarmoyo
Bendahara RT.010.RW.05



68
Amsir
Ketua RT.011 RW.05

Salbini
Bendahara RT.011.RW.05

Muhammad
Sekretaris RT.011.RW.05



69
Sukardi
Ketua RT.012 RW.05

Suyitno
Sekretaris RT.012.RW.05

Suhardi
Bendahara RT.012.RW.05



70
Sugiono Hadi
Ketua RT.013 RW.05

Tirta Sunjaya
Sekretaris RT.013.RW.05

Tura
Bendahara RT.013.RW.05



71
Junivert Girsang.SH.MM
Ketua RT.014 RW.05

Achmad Suwandi
Sekretaris RT.014.RW.05

Lili Jusup
Bendahara RT.014.RW.05



72
Nawali.BA
Ketua RT.015 RW.05

Sugeng
Sekretaris RT.015.RW.05

Tumijan
Bendahara RT.016.RW.05



73
Parmo winarmo
Ketua RT.016 RW.05

Imam Bustomi
Sekretaris RT.016.RW.05

Petrus Klimin
Bendahara RT.016.RW.05



Share:
]

RUMAH YATIM YAYASAN AT-TARBIYAH PINTU AIR

JAKARTA BARAT. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Categories

cinta yatim

Jangan Takut Berbagi

Sedekah bukan dari siKaya kepada Simiskin TAPI Bagi yg MAU

Support Kami